<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kamar depan</title>
	<atom:link href="http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com</link>
	<description>―di sudut kamar yang seLaLu penuh dengan kata-kata―</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 May 2013 00:26:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tuannicogarukgarukpala.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/77b5e0292d08a34c2eff48c77c5a6314?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>kamar depan</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/osd.xml" title="kamar depan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Suara Tuhan</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/08/suara-tuhan/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/08/suara-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 10:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[semacam cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[#nguping]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[suara-suara]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2575</guid>
		<description><![CDATA[“Hei, Nak! Sini! Jangan jauh-jauh. Ayo dipakai dulu kepalanya!” “Iya, Ma! Sebentar!”[1] Anak itu berlari menuju ibunya. Aku tak sempat memperhatikan mereka. Langkahku terlalu terburu-buru karena aku sudah terlambat untuk pulang. Lagi pula jalanan yang sudah gelap membuatku tak berminat untuk melirik ke sana ke sini. Tunggu. Dipakai dulu kepalanya? Apakah aku tidak salah dengar? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2575&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>“Hei, Nak! Sini! Jangan jauh-jauh. Ayo dipakai dulu kepalanya!”<br />
“Iya, Ma! Sebentar!”<sup>[1]</sup><br />
Anak itu berlari menuju ibunya. Aku tak sempat memperhatikan mereka. Langkahku terlalu terburu-buru karena aku sudah terlambat untuk pulang. Lagi pula jalanan yang sudah gelap membuatku tak berminat untuk melirik ke sana ke sini.</p>
<p><em>Tunggu.</em> <em>Dipakai dulu kepalanya? Apakah aku tidak salah dengar? Kepala anak itu terlepas? Atau dilepas?</em><br />
Aku mempercepat langkah dan berharap salah mendengar. Aku ingin menengok ke belakang, tetapi aku terlalu takut.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku meletakkan tas ransel di atas meja di kamarku dan mulai membongkar isinya. Teman-temanku sering berkata bahwa tas milikku ini adalah kantong ajaib seperti yang pernah mereka lihat di televisi setiap minggu pagi, karena mereka bisa menemukan segala macam benda di dalamnya—benda-benda yang saat itu mereka butuhkan dan benda-benda yang mengejutkan. Seorang temanku malah pernah menemukan celana dalam pacarnya di dalam tas ini. Kemudian dia memukuliku. Lalu aku mematahkan lehernya. Padahal aku tidak pernah tahu bagaimana benda-benda aneh itu bisa ada di dalam sana.</p>
<p>Seketika aku terkejut. Mataku membelalak. Karena kali ini, aku menemukan pisau dengan noda merah gelap yang basah. <em>Bagaimana benda itu bisa ada di dalam sini?</em> <em>Apakah aku pernah menggunakannya?</em> Tubuhku melemas. Aku tidak pernah tahan melihat darah. Bau anyirnya selalu membuat kepalaku terasa sakit dan berputar-putar, dan warna merahnya yang pekat selalu membuat detak jantungku berpacu dengan cepat. Tanganku tak henti bergetar sehingga pisau itu terlepas dari tanganku dan melesat jatuh ke lantai kamar. Kuperhatikan telapak tanganku yang menjadi penuh noda merah itu. <em>Benarkah ini memang darah? Apa yang baru saja kulakukan?</em><br />
<span id="more-2575"></span><br />
Aku mulai limbung. Tubuhku merapat ke dinding karena tengkukku semakin merinding. <em>Apa yang telah terjadi? </em>Bulir-bulir keringat menetes di wajahku, jatuh dari ujung rambut di dahiku dan meluncur menyentuh bibirku. Asin. Ini bukan mimpi, karena aku bisa merasakan asin ini. Aku masih menahan napasku, dan kurasa aku pasti akan segera mati karena menahan napas sejak tadi. Di lantai, aku melihat pisau itu bermandikan darah dari pangkal sampai ke ujungnya. Darah segar. <em>Darah siapa?</em> Dan pecahan gelas berserakan. <em>Gelas? Kapan aku menjatuhkannya?</em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Aku tak bisa tetap tinggal di rumah ini jika masih ada anak itu!&#8221;<br />
&#8220;Jangan begitu, Pa! Dia anak kita!&#8221;<br />
&#8220;Tidakkah kau sadar? Berapa banyak biaya yang sudah kukeluarkan untuknya? Dan kaulihat bagaimana kelakuannya itu? Seharusnya kaubuang saja anak tak berguna itu ketika dia masih bayi!&#8221;</p>
<p>Aku tidak sengaja mendengarnya. Tidak. Aku sengaja mendengarkan. Dari kamar ini aku bisa mendengar semuanya. Mereka pikir aku tuli? Aku bisa mendengar bisikan-bisikan yang mereka lakukan dari balik dinding ini. Bahkan aku bisa mendengar suara cicak yang mengejar nyamuk di atas jendela ruang tamu. Aku bisa tahu kalau ayah mengarahkan telunjuknya ke pintu kamarku berkali-kali. Rahangnya mengeras dan matanya menatap ganas. Dan ibuku berkali-kali memegang kepalanya.</p>
<p>Tiba-tiba, aku mendengar suara tuhan memanggil dari dalam laci meja belajarku. Aku mendekatinya perlahan. <em>Sejak kapan tuhan bersembunyi di situ? Bukankah seharusnya tuhan ada di langit-langit?</em> Kutarik laci itu pelan-pelan agar tak bersuara sehingga tak ada yang mendengarnya.</p>
<p>Lalu aku melihatnya. Tuhan tersenyum, kemudian ia menjabat tanganku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku selalu keluar dari kamar hanya ketika orang-orang sudah terlelap di kasurnya. Aku senang berpura-pura sebagai pencuri di rumahku sendiri. Berjingkat-jingkat tanpa menimbulkan suara. Menempel dari dinding ke dinding. Aku mengendap-endap dalam gelap menuju dapur melewati kamar orang tuaku—sepertinya mereka sudah tidur. Ini sudah larut malam, aku tak ingin membangunkan mereka. Tapi aku mendengar bisikan itu dari balik pintu.</p>
<p>&#8220;Besok pagi kauracuni dia seperti cerita-cerita yang sering kita tonton. Masukkan racun ke dalam gelas yang biasa kausediakan untuk dia minum setiap pagi. &#8220;</p>
<p>Aku mendengus. Mereka terlalu banyak menonton sinetron. <em>Mereka pikir aku bisa dibodohi?</em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Telapak kakiku terasa perih, tampak tetesan darah di sana, rupanya aku menginjak pecahan gelas. Oh, tidak. Aku harus melaporkannya kepada ibuku. Bagaimana bisa pisau berlumuran darah itu ada di dalam tasku, juga pecahan gelas yang berserakan di lantai ini.</p>
<p>Aku bergegas keluar kamar dan berlari menuju kamar orang tuaku, meninggalkan jejak-jejak berwarna merah di sepanjang koridor. Lalu aku segera membuka pintu kamar mereka dan menemukan mereka masih terlelap di atas ranjang. Tapi ternyata mereka bukan sedang tidur. Kulihat ayah dan ibu bersimbah darah di perut dan dadanya. Tubuhku berguncang. <em>Siapa yang melakukan ini? </em><em>Apakah&#8230; aku?</em> Setelah aku menyadari pisau itu—pisau yang tadi kuambil dari dalam laci meja belajar di kamar—kini sedang tergenggam di tangan kiriku, dan darah menetes-netes dari ujungnya yang tajam menuju lantai, menciptakan genangan.<em></em><em></em></p>
<p>&#8220;Kita harus menyingkirkan bocah sialan itu! Lihatlah apa yang telah dilakukannya!&#8221;<br />
Aku mendengarnya berteriak, itu suaranya, suara ayahku. <em>Tapi bukankah ayahku sudah kuhabisi? Bukankah dia sudah tergeletak tak berdaya di atas tempat tidurnya? Lantas siapa itu?</em><br />
Kepalaku mulai berdenyut hebat, keseimbanganku goyah dan aku berpegangan pada gagang pintu.<br />
<em>Tapi mengapa aku membunuh ibuku juga?</em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku mengunci diri di kamar mandi.<br />
Seharusnya aku tak mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi aku selalu dapat mendengar mereka, karena aku tak pernah bisa menutup telinga.<br />
Seharusnya aku pun berpura-pura tak mendengar suara tuhan itu. Suara di laci meja.<br />
Seharusnya aku tak mendengarkan mereka. Seharusnya.</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">______________________________________________________________________</p>
<p>:untuk suara-suara yang sering singgah</p>
<p>[1] Percakapan ini memang pernah didengar penulis di suatu tempat</p>
<p>Tulisan ini dibuat untuk mengikuti tantangan menulis #nguping di <a href="http://jiaeffendie.wordpress.com/2013/05/05/tantangan-menulis-nguping/" target="_blank">sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2575&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/08/suara-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kita pernah duduk berdua sebelum lupa</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/08/kita-pernah-duduk-berdua-sebelum-lupa/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/08/kita-pernah-duduk-berdua-sebelum-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 02:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[racauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2573</guid>
		<description><![CDATA[kau pernah datang membawa sangkar kayu kecokelatan yang berisi makhluk-makhluk kehijauan. memerah-merah. kau menghampiri, dan aku berlari. tak lama kemudian, makhluk-makhluk itu mati. bukan karena racun. tapi merahnya yang luntur membuatnya mendengkur. selamanya. kita pernah duduk berdua bersandar pada tembok dingin di bilik-bilik yang berangin. tak berjendela, karena kau takut jika ada yang akan mengintip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2573&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>kau pernah datang membawa sangkar kayu kecokelatan yang berisi makhluk-makhluk kehijauan. memerah-merah.<br />
kau menghampiri, dan aku berlari.<br />
tak lama kemudian, makhluk-makhluk itu mati.<br />
bukan karena racun.<br />
tapi merahnya yang luntur membuatnya mendengkur. selamanya.</p>
<p>kita pernah duduk berdua bersandar pada tembok dingin di bilik-bilik yang berangin. tak berjendela, karena kau takut jika ada yang akan mengintip kita.<br />
kau bercerita tentang sesuatu yang aku sudah lupa.<br />
aku bertanya padamu tentang sesuatu yang tak bisa kuingat sama sekali.<br />
kita tidak saling menatap.<br />
hanya menerawang dan menghitung kotak-kotak di langit-langit kamar yang bersarang-sarang.</p>
<p>aku pernah menggambar bibirmu di dinding-dinding gelap berlumut di dalam pekat. gincu merah menyala kugores-goreskan di bibirmu yang semu.<br />
aku menuliskan nama.<br />
memudar.<br />
kutuliskan kembali.<br />
tetap memudar.<br />
kemudian kau hilang, dan aku heran. karena aku tak merindukanmu.</p>
<p>aku pernah meminum susu dari payudaramu yang penuh.<br />
aku pernah menjilati tuba dari putingmu yang luka dan berduka.<br />
aku tak berhenti.<br />
kau kebingungan.<br />
aku tidak mati.<br />
tapi kemudian kau pergi, dan aku melupakanmu.</p>
<p style="text-align:right;">:untuk hal-hal yang tak pernah bisa kuingat<br />
— angkot cicaheum-ciroyom, bandung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2573&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/08/kita-pernah-duduk-berdua-sebelum-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DecorativeJI?</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/03/decorativeji/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/03/decorativeji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 09:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2525</guid>
		<description><![CDATA[Warna Impian. Apa sih yang kalian pikirkan setelah mendengar dan membaca kata itu? Apakah sama seperti yang saya pikirkan setiap kalinya? Warna-warna yang menjadi impian kita. Maksudnya? *bingung* Warna-warna ideal untuk kehidupan kita. Warna-warna untuk rumah-rumah kita, tempat tinggal kita. Warna-warna yang kita inginkan ada di sekeliling kita. Jotun bersama Warna Impian–nya kali ini mengadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2525&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Warna Impian. Apa sih yang kalian pikirkan setelah mendengar dan membaca kata itu? Apakah sama seperti yang saya pikirkan setiap kalinya? Warna-warna yang menjadi impian kita. Maksudnya? <em>*bingung*</em> Warna-warna ideal untuk kehidupan kita. Warna-warna untuk rumah-rumah kita, tempat tinggal kita. Warna-warna yang kita inginkan ada di sekeliling kita. Jotun bersama <a href="http://warnaimpian.com">Warna Impian</a>–nya kali ini mengadakan kompetisi <em>Jotun Blogger Challenge</em>. Ngapain? Cukup menceritakan pengalaman menggunakan aplikasi DecorativeJI.</p>
<p>Apa sih <strong>DecorativeJI</strong> itu?</p>
<p>DecorativeJI merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh PT Jotun Indonesia untuk <em>smartphone</em>. Aplikasi ini dibuat agar para pengguna dapat mengakses layanan—yang beberapa di antaranya biasa ditemukan di <a href="http://warnaimpian.com">warnaimpian.com</a>—dengan lebih mudah, meliputi artikel-artikel dan fitur tambahan lainnya. Bahkan ada <em>games-</em>nya, loh.</p>
<p>Setelah menghadiri <em>Meet &amp; Greet</em> dengan Warna Impian Expert Corner bertema &#8220;Better Home for Our Children&#8221; pada bulan Januari yang lalu, saya jadi semakin sering membaca artikel-artikel tentang rumah.  Pewarnaan, dekorasi, dan sebagainya. Tapi sejak dulu saya memang sangat menyukai membaca hal-hal seperti ini. Saya berencana memiliki rumah secepatnya. Kalau itu, sih, tergantung seberapa cepat membengkaknya isi tabungan saya. <em>*kayaknya bakalan lama banget*</em> -__-‘</p>
<p>Untuk pengguna android seperti saya, aplikasi DecorativeJI bisa ditemukan di <em>market</em>. Jika susah mencarinya, masukkan <em>keyword</em> pencarian “Jotun Indonesia”. Trus,<em> install</em>, deh.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130423-151646.png"><img class="size-medium wp-image-2526 aligncenter" alt="SC20130423-151646" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130423-151646.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><br />
<span id="more-2525"></span><br />
Dan ini adalah tampilan menu utama aplikasi DecorativeJI  setelah di-<em>install</em> ke <em>handphone</em>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203342.png"><img alt="SC20130502-203342" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203342.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a> <a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203345.png"><img alt="SC20130502-203345" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203345.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Warnanya cakep, ya? Lagipula saya suka warna biru. Warna yang menenangkan. Eh, di aplikasi ini kita bisa tahu tentang warna-warna mewakili simbol apa saja dan bagaimana efek yang dihasilkan terhadap manusia.  Semua itu ada di s<em>ubmenu</em> <b>Warnapedia</b>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195039.png"><img alt="SC20130502-195039" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195039.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a> <a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195125.png"><img alt="SC20130502-195125" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195125.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Tuh, ternyata benar. Warna biru dapat  memberikan rasa rileks dan ketenangan. Dan biru ternyata memang mewakili simbol-simbol yang memang saya banget. Laki-laki yang cenderung dingin seperti es <em>*cailah*</em>, tenang <em>*ehem*</em>,  sering berpikir &#8220;jangan-jangan saya keturunan bangsawan berdarah biru&#8221; <em>*krikkrik*</em>, menyukai air, menyukai langit (kesukaan saya terhadap langit saya kumpulkan berupa foto-foto langit hasil jepretan saya dan teman-teman lainnya di <a href="http://langithariini.tumblr.com" target="_blank">langithariini.tumblr.com</a> yang rencananya akan aktif kembali jika saya sudah tidak sibuk) (ya kapan, sih, saya ga sibuk) (sok sibuk) (banget), dan saya mengakui kalau saya ini makhluk yang ajaib. Terkadang saya takjub dengan diri sendiri. -_-‘</p>
<p>Nah, kalau yang suka foto-foto, bisa jepretin warna-warni di sekitar dan langsung <em>upload</em> fotonya ke <em>gallery</em> di <em>submenu</em> <b>Photo Colour.</b> Selain itu, <em>gallery</em> ini juga berisi gambar-gambar berbagai bangunan terkenal yang pewarnaannya menggunakan produk Jotun.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194917.png"><img alt="SC20130502-194917" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194917.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194948.png"><img alt="SC20130502-194948" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194948.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194955.png"><img alt="SC20130502-194955" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194955.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195000.png"><img alt="SC20130502-195000" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195000.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195005.png"><img alt="SC20130502-195005" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195005.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Sedangkan<em> submenu</em> <b>Jotun Geomancy</b> berisi artikel mengenai tentang lima elemen utama (api, kayu, air, logam, dan tanah), warna Feng Shui untuk bangunan rumah atau kantor, dan <em>form</em> konsultasi terkait Feng Shui. Bagian ini sering saya baca ulang dan pahami, karena saya memang memiliki ketertarikan terhadap ilmu Feng Shui ini meskipun tak pernah benar-benar bisa saya mengerti.  Atau mungkin belum saja. <em>*optimis</em></p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203122.png"><img alt="SC20130502-203122" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203122.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203133.png"><img alt="SC20130502-203133" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203133.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203223.png"><img alt="SC20130502-203223" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203223.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203235.png"><img alt="SC20130502-203235" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203235.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203245.png"><img alt="SC20130502-203245" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203245.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203250.png"><img alt="SC20130502-203250" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203250.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203303.png"><img alt="SC20130502-203303" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203303.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203309.png"><img alt="SC20130502-203309" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203309.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Bacaan lain pun bisa ditemukan di <em>submenu</em> <b>Articles</b> yang menampung artikel-artikel dari <em>website</em> <a href="http://warnaimpian.com" target="_blank">Warna Impian</a>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203039.png"><img alt="SC20130502-203039" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203039.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203110.png"><img alt="SC20130502-203110" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203110.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Jika masih ada yang dibingungkan dan belum terjawab setelah membaca artikel-artikel tersebut, silakan cari penjelasan tambahan di <b>Question and Answer</b> dan kita dapat menemukan Q&amp;A yang biasanya ada di <em>expert corner</em>-nya<em> website</em> <a href="http://langithariini.tumblr.com" target="_blank">Warna Impian</a>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203320.png"><img alt="SC20130502-203320" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203320.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Setelah mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan dalam membangun dan mendekorasi juga mewarnai rumah/bangunan, mari kita menerapkannya di <em>submenu</em> <b>Lets’ Colour</b>. Mari mewarnai!</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200318.png"><img alt="SC20130502-200318" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200318.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200330.png"><img alt="SC20130502-200330" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200330.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200535.png"><img alt="SC20130502-200535" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200535.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-202816.png"><img alt="SC20130502-202816" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-202816.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200819.png"><img alt="SC20130502-200819" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200819.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200952.png"><img alt="SC20130502-200952" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200952.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Bagian ini menarik sekali. Ketika kita ingin mewarnai dapur, ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, dan lainnya, kita dapat mengetahui bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan dari produk Jotun untuk mewarnai ruangan tersebut tergantung jenis permukaan dasar yang akan dicat dan jumlah yang akan digunakan,  juga ada penjelasan bagaimana cara pemakaiannya.  Jadi kita ga perlu bingung-bingung harus menyiapkan cat yang mana dan berapa banyak. Selain itu, kita bisa mewarnai beragam gambar jenis ruangan yang telah disediakan sesuai warna yang kita inginkan. Saya paling sering menggunakan fitur ini. Berandai-andai sedang mengecat rumah khayalan saya dan menentukan apa saja dan seberapa banyak bahan baku yang dibutuhkan. Gak apa berpura-pura dulu, latihan sebelumnya punya rumah sendiri. Soalnya jika memulainya dari kamar saya sendiri rasanya tidak mungkin. Maklumlah, nasib perantauan di kota orang. Hidup pun masih menumpang. Hiks.</p>
<p>Kalau ingin tahu lebih banyak tentang produk lain yang dibutuhkan, ada juga <em>submenu</em> <b>Product Info </b>yang berisi informasi tentang produk-produk Jotun, sistem pengecatan yang disarankan, dan seberapa banyak luas yang mampu dicat oleh setiap kemasan.</p>
<p>Setelah tahu produk apa saja yang kita inginkan, kita tinggal membelinya saja. Tak usah bingung harus mencarinya di mana, karena bisa dilihat di <em>submenu</em> <b>Store Locator</b>. Kita dapat mencari toko yang menjual produk Jotun dan nomor kontaknya, dan mengetahui di mana saja tempatnya berdasarkan provinsi, dan canggihnya bisa dicari lokasi terdekat berdasarkan lokasi kita sedang berada berdasarkan GPS. Wow. Kita juga bisa langsung terhubung melalui panggilan telepon ke <em>multicolor care call center</em>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-202956.png"><img alt="SC20130502-202956" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-202956.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203022.png"><img alt="SC20130502-203022" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203022.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203026.png"><img alt="SC20130502-203026" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203026.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Dan di aplikasi DecorativeJI ini ada <em>game</em> lainnya juga, loh. <b>Colour Pop</b>. <em>Game</em> yang menyenangkan meski tingkat kesulitannya lumayan juga. <em>dot</em> catnya lucu, kayak saya gitu. <em>*Eh</em>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200257.png"><img alt="SC20130502-200257" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200257.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Di aplikasi ini kita juga dapat  membaca<em> tweet-tweet</em> dari akun <a href="http://twitter.com/warnaimpian" target="_blank">@warnaimpian</a> di <b>twitter,</b> bisa langsung <em>reply</em> dan <em>retweet</em>, loh. Bisa juga membaca <em>status-status</em> dan info terbaru di <em>page</em> <a href="https://www.facebook.com/warna.impian" target="_blank">Warna Impian</a> di <strong>facebook</strong>.</p>
<p><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203455.png"><img alt="SC20130502-203455" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203455.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a><a href="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203632.png"><img alt="SC20130502-203632" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203632.png?w=240&#038;h=300" width="240" height="300" /></a></p>
<p>Aplikasinya menarik, kan?</p>
<p>Melalui aplikasi DecorativeJI ini, saya bisa bersenang-senang dengan kesukaan saya terhadap warna-warna dan mulai merancang bagaimana rumah untuk saya nantinya.</p>
<p><a href="http://warnaimpian.com/lomba-jotun-blogger-challenge/"><img class="aligncenter" alt="" src="http://warnaimpian.com/site/wp-content/uploads/2013/04/eFlyer_BloggerChallenge.jpg" width="362" height="485" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2525&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/05/03/decorativeji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130423-151646.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130423-151646</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203342.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203342</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203345.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203345</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195039.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-195039</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195125.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-195125</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194917.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-194917</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194948.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-194948</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-194955.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-194955</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195000.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-195000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-195005.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-195005</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203122.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203122</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203133.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203133</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203223.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203223</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203235.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203235</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203245.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203245</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203250.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203250</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203303.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203303</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203309.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203309</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203039.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203039</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203110.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203110</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203320.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203320</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200318.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-200318</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200330.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-200330</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200535.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-200535</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-202816.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-202816</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200819.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-200819</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200952.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-200952</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-202956.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-202956</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203022.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203022</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203026.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203026</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-200257.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-200257</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203455.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203455</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/05/sc20130502-203632.png?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">SC20130502-203632</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warnaimpian.com/site/wp-content/uploads/2013/04/eFlyer_BloggerChallenge.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>kelana sepasang kuda</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/03/20/kelana-sepasang-kuda/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/03/20/kelana-sepasang-kuda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 09:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[racauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2521</guid>
		<description><![CDATA[sepasang kuda berlari. bergegas lepas  tak berhenti.  berderap-derap langkahnya menapak-napak, menjejak-jejak, meninggalkan debu-debu di jalanan yang tak menentu. kita. sepasang kuda itu. kita adalah sepasang kuda yang menarik kereta. tak kosong. kereta berpeti-peti berisi mimpi-mimpi. kereta berkotak-kotak, yang berkeretak di atas tanah dan bebatuan yang tergeletak tak berdaya diterjang cuaca yang menggila setiap harinya. berderak-derak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2521&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>sepasang kuda berlari. bergegas lepas  tak berhenti.  berderap-derap langkahnya menapak-napak, menjejak-jejak, meninggalkan debu-debu di jalanan yang tak menentu.</p>
<p>kita. sepasang kuda itu.</p>
<p>kita adalah sepasang kuda yang menarik kereta. tak kosong. kereta berpeti-peti berisi mimpi-mimpi. kereta berkotak-kotak, yang berkeretak di atas tanah dan bebatuan yang tergeletak tak berdaya diterjang cuaca yang menggila setiap harinya. berderak-derak di kegelapan seperti lolongan di malam-malam yang panjang.</p>
<p>kita berlari-lari mendaki perbukitan terjal di antara tebing-tebing yang dapat melongsorkan ingin-ingin. meluruhkan hasrat.  mencemaskan niat-niat yang akan berkarat jika terendam banjir atau tersapu hujan dan tersambar petir yang bersahut-sahutan. kita berkelana.  mengembara di padang-padang, di hutan-hutan, di taman-taman bunga yang bisa ditemui saat pagi menjelang. kita bergegas berlari menuju utara, ke seberang lautan yang penuh tanda tanya.</p>
<p>di ujung daratan, kita membangun perahu, dari harapan-harapan yang tak semu. merekat. menguat. dan tak membiarkan air mata masuk melesap, membasahi, merembesi lalu menenggelamkan kita  dan mimpi-mimpi yang belum akan diakhiri.</p>
<p>kita, adalah sepasang kuda yang menarik kereta, tanpa pengemudi, karena hanya kita yang berhak menentukan arah berlari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2521&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/03/20/kelana-sepasang-kuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talkshow: Better Home For Our Children bersama Warna Impian</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/01/21/talkshow-better-home-for-our-children-bersama-warna-impian/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/01/21/talkshow-better-home-for-our-children-bersama-warna-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2013 04:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2504</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya saya agak terkejut waktu diajak untuk menghadiri semacam talkshow, tentang interior katanya. Wah, jelas saja saya antusias sekali. Karena hal-hal seperti ini merupakan kesukaan saya yang sejak dulu hanya dapat bercita-cita untuk menjadi arsitek, atau dokter. Oh, tentu saja kedua cita-cita itu hanya sebuah impian yang tidak berhasil diwujudkan. *nangis di pojokan* Ternyata setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2504&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya saya agak terkejut waktu diajak untuk menghadiri semacam talkshow, tentang interior katanya. Wah, jelas saja saya antusias sekali. Karena hal-hal seperti ini merupakan kesukaan saya yang sejak dulu hanya dapat bercita-cita untuk menjadi arsitek, atau dokter. Oh, tentu saja kedua cita-cita itu hanya sebuah impian yang tidak berhasil diwujudkan. <em>*nangis di pojokan*</em></p>
<p><img class="aligncenter" alt="" src="http://warnaimpian.com/site/wp-content/uploads/2013/01/eFlyerMeetGreetExpert_520x697-2.jpg" width="421" height="563" /></p>
<p>Ternyata setiap tahunnya, Warna Impian selalu mengadakan meet and greet seperti ini, sehingga para pembaca setia, followers, dan fans, dapat berkonsultasi langsung dengan para pakar yang biasanya memang mengisi artikel di <a href="http://warnaimpian.com">www.warnaimpian.com</a>. Dan tahun ini adalah tahun ketiga diadakannya acara ini. Kali ini Warna Impian mengangkat topik “Better Home For Our Children” bersama arsitek Ary Indra dan praktisi feng shui BundaFira dan SiOom Lurry dari Geomancy Elements di Warna Impian. Di acara ini, kita akan tahu bagaimana solusi praktis dan cermat dalam mendesain hunian yang baik untuk anak kita.<br />
<span id="more-2504"></span><br />
Sambil menunggu acara dimulai, saya menikmati kopi dan pancake yang disediakan di Nanny&#8217;s Pavillon Library ini, dan pada layar diputarkanlah film mengenai sejarah Jotun. Sangat menarik. Bagaimana sebuah perusahaan cat ini menemukan teknologi mereka dan hingga kini dapat berkembang dengan hebat di dunia. Dan acara dimulai dengan sambutan Ibu Intan sebagai wakil dari Jotun.</p>
<p>Pembicara pertama adalah Ary Indra, pendiri aboday.com. Merupakan penulis lepas arsitektur. yang juga menulis di website <a href="http://www.warnaimpian.com" rel="nofollow">http://www.warnaimpian.com</a>. Dia akan menjelaskan bagaimana merencanakan rumah yang baik untuk anak-anak kita dari sisi seorang arsitek.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-2514" alt="Ary Indra" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/01/ary-indra1.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></p>
<p>Saya adalah seorang yang senang memperhatikan detail, hal-hal kecil, permainan warna. Saya seorang visual yang sangat menyukai mengamati konstruksi sebuah bangunan. Sehingga saya cukup takjub dengan keunikan desain dari rumah-rumah yang pernah didesain oleh Ary Indra ini. Terlebih desain rumah pohon. Wah, tak terkira saya senang sekali melihatnya karena selalu berkeinginan mempunyai sebuah rumah pohon di halaman belakang rumah saya nantinya.</p>
<p><em>Pada dasarnya semua orang tua ingin rumah yang baik untuk anaknya. Kalau bagi orang tua, rumah adalah tempat untuk pulang. Tetapi kalau bagi anak, rumah adalah tempat untuk berangkat menghadapi dunia luar yang tak diketahui ada apa saja di luaran sana.</em></p>
<p>Hal ini benar sekali. Bukankah keinginan kita memiliki sebuah rumah adalah agar kita mempunyai suatu tempat untuk pulang? Bagi anak, tak heran jika mereka senang menghabiskan waktunya di luar rumah, karena mereka menemukan lebih banyak petualangan di luar sana. Hal-hal misterius yang memancing rasa ingin tahu mereka. Karena itu, saya jadi ingin membangun rumah yang menyenangkan bagi anak-anak saya kelak, sehingga mereka akan merasakan bertualang di dalam rumah. Membangun rumah yang luar biasa untuk anak-anak kita.</p>
<p>Ary Indra menegaskan bahwa rumah untuk anak adalah rumah yang aman. Sebaiknya terbuka, tidak tersekat, agar pengawasan lebih leluasa. Sehingga kita dapat mengawasi aktivitas anak dari mana pun karena didukung oleh ruang yang terbuka tersebut. Terlebih jika anak-anak masih balita dan senang bermain-main ke sana ke sini di dalam rumah. Di rumah, berilah tempat-tempat menyenangkan untuk anak bermain. Rumah yang eksploratif. Sehingga anak akan dapat menikmati bermain dan bertualang di rumahnya sendiri. Salah satu contoh yang diberikan adalah adanya perosotan di dalam rumah, ini ide yang keren sekali. Tangga-tangga unik yang menuju ke langit-langit atau lantai di atasnya, lubang-lubang pengintip. Buatlah rumah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak. Selain itu, rumah juga harus imajinatif, untuk melatih daya imajinasi anak. Karena anak-anak senang menciptakan imajinasinya sendiri. Selain itu ciptakan juga rumah yang dekat dengan alam.</p>
<p>Untuk melatih motorik anak, kita perlu menciptakan bagian-bagian tertentu dari rumah dengan permukaan kasar dan halus, atau bentuk-bentuk yang tidak umum seperti pada pegangan tangga. Pilihan tangga tanpa pegangan pun dapat melatih daya survival anak, sehingga anak akan cenderung lebih berhati-hati dan mengenal risiko, juga melatih kepekaannya. Hal ini akan menjadi bekal yang baik bagi anak ketika dia beranjak besar. Karena anak-anak adalah usia dengan keingintahuan yang sangat banyak, maka kita perlu mengenalkan dan menjelaskan kepada mereka. Nah, setelah anak tumbuh besar, kita harus memberi mereka privasi, anak harus mempunyai kamar sendiri. Memberi rasa aman juga salah satunya dengan memberi privasi, karena mereka sudah memiliki dunia sendiri yang harus dihormati.</p>
<p>Maka, bangunlah rumah yang kita suka, untuk ditempati, bukan untuk masuk majalah. Meski setiap warna punya efek tersendiri untuk merangsang imajinasi anak-anak, tapi untuk rumah, karena ditempati semua orang dan akan ada beragam tamu yang datang maka warnanya harus disesuaikan. Karena rumah merupakan tempat tinggal bersama.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2515" alt="Bunda Fira dan Oom Lurry" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/01/bunda-fira-dan-oom-lurry1.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></p>
<p>Pembicara berikutnya adalah bundafirA dan siOOm LuRRy yang menjelaskan dari sisi feng shui.<br />
Feng shui sendiri adalah hal yang sejak dulu membuat saya penasaran. Saya beberapa kali menyimak acara tentang fengshui di televisi atau di majalah dan tabloid, senang, meski saya tidak benar-benar mengerti. Tapi kali ini, saya jadi cukup mengerti mengapa ada unsur-unsur kehidupan yang berperan penting bagi kita. Bagaimana sebuah rumah yang ideal adalah dengan tanah yang berbentuk bujur sangkar. Karena kita ingin rumah yang sehat agar kita dan anak anak tidak sakit sakitan. agar anak-anak dapat berkembang dengan baik. Bunda Fira berkata bahwa <em>feng shui bukan sesuatu yang untuk dipercaya tetapi untuk dijalankan</em>. Hmm. Saya jadi ingin mendalami pengetahuan tentang feng shui ini.</p>
<p>Sesi pembicara kedua ini lebih banyak dilakukan tanya jawab secara personal antar peserta dan pembicara. Karena, pada setiap orang akan berbeda penerapannya dan apa yang harus mereka lakukan dan pilih. Tadinya saya ingin mengajukan banyak pertanyaan di sesi ini, tetapi karena saya belum menikah, apalagi belum punya rumah sendiri, apalagi belum punya anak, jadinya saya urungkan pertanyaannya. Nanti saja kalau waktunya sudah dekat. Ehem.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-2516 aligncenter" alt="peserta talkshow warna impian" src="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/01/peserta-talkshow-warna-impian1.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></p>
<p>Peserta yang hadir di acara ini kebanyakan ibu-ibu muda yang datang bersama suami dan anak mereka. Ini cukup menyenangkan melihat berbagai interaksi yang terjadi dan bagaimana antusiasnya mereka terhadap rencana untuk membangun dan menciptakan rumah yang baik bagi anak-anaknya. Melihat ini, saya jadi ingin segera menikah, membangun rumah, dan memiliki anak. Tapi kapan? <em>*merenung di pojokan*</em><br />
Dan saya penasaran dengan souvenir yang diberikan kepada setiap peserta yang bertanya. Apa ya isi souvenir berbungkus kertas kado berwarna biru itu? Jangan-jangan kunci rumah baru. Wah!</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan foto bersama, pembagian hadiah dan voucher belanja bagi yang beruntung, Kemudian diakhiri dengan santap siang bersama.</p>
<p>Bukankah ini kegiatan yang menyenangkan sekali?<br />
Gratis, mendapatkan masukan ilmu baru, banyak hadiah dan pulang dengan perut yang penuh.</p>
<p>Semoga di kegiatan tahun berikutnya saya dapat menghadirinya lagi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2504&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2013/01/21/talkshow-better-home-for-our-children-bersama-warna-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warnaimpian.com/site/wp-content/uploads/2013/01/eFlyerMeetGreetExpert_520x697-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/01/ary-indra1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ary Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/01/bunda-fira-dan-oom-lurry1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bunda Fira dan Oom Lurry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tuannicogarukgarukpala.files.wordpress.com/2013/01/peserta-talkshow-warna-impian1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peserta talkshow warna impian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>26</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/12/26/26/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/12/26/26/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2012 14:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2497</guid>
		<description><![CDATA[Dua puluh enam. Adalah sebuah angka yang istimewa bagi saya, selain tiga. Sederhana saja, karena dua puluh enam merupakan tanggal ketika saya dilahirkan ke dunia. Dan ajaibnya lagi, saya memiliki dua hari kelahiran. Bertanggal sama, 26, tetapi dengan bulan yang berbeda, Desember dan Februari. Bagaimana biasa? Ah, ceritanya panjang, dan saya bosan menceritakan bagian ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2497&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dua puluh enam.</p>
<p>Adalah sebuah angka yang istimewa bagi saya, selain tiga.</p>
<p>Sederhana saja, karena dua puluh enam merupakan tanggal ketika saya dilahirkan ke dunia.<br />
Dan ajaibnya lagi, saya memiliki dua hari kelahiran. Bertanggal sama, 26, tetapi dengan bulan yang berbeda, Desember dan Februari. Bagaimana biasa? Ah, ceritanya panjang, dan saya bosan menceritakan bagian ini.</p>
<p>Baiklah, akan saya ceritakan sedikit. Sedikit saja.</p>
<p>Alkisah, pada usia 18 tahun, saya baru mengetahui fakta terbesar tentang hidup saya, bahwa… selama ini tanggal lahir yang saya ketahui itu salah. Apa?! Tanggal lahir berdasarkan akte kelahiran itu sebenarnya salah. Bukan 26 Desember melainkan 26 Februari.<br />
<span id="more-2497"></span><br />
Terkejut? Tentu saja. Karena selama belasan tahun saya memperingati hari lahir yang Desember ini.</p>
<p>Alasan yang diberikan oleh ayah saya cukup membuat kaget, hanya karena akan memasuki usia sekolah sehingga bulan kelahirannya dimudakan dari Februari menjadi Desember agar saya lebih muda. Dan kabarnya yang berperan besar dalam hal ini adalah bibi saya, kakak dari ibu, pada saat pembuatan akte kelahiran untuk kepentingan pendaftaran sekolah. Hal ini tanpa campur tangan orang tua saya. Dan bukahkah antara bulan Februari (2) dan Desember (12) itu hanya cukup menambah coretan garis seperti angka satu di depan angka dua? Sehingga 2 dapat berubah menjadi 12? Begitulah kira-kira.</p>
<p>Setelah mengetahui kenyataan tentang hari lahir yang sebenarnya, sejak saat itu saya memperingati kelahiran pada 26 Februari, perayaan dengan renungan dan evaluasi diri setiap tahunnya, meski pada akhirnya hanya menjadi sebuah tanggal tanpa makna yang berguna, tanggal-tanggal yang sering terlupakan. Saya memberitahukan tentang tanggal ini ke orang-orang terdekat, orang-orang yang mengenal saya. Bagaimana dengan 26 Desember? Jika ada yang mengucapkan selamat, saya terima dengan senang hati, lagipula sebagai formalitas karena tanggal ini yang sudah diakui oleh negara selama belasan tahun hingga untuk tahun-tahun selanjutnya. Karena rasanya tidak mungkin untuk mengubah akte kelahiran begitu saja tanpa menimbulkan keribetan terhadap berkas-berkas lainnya.</p>
<p>Lalu pada suatu hari, setahun yang lalu, saya berpikir dan berpikir juga merenungkan: bagaimana jika ternyata selama ini saya salah? Hanya karena ayah saya lupa, atau karena hal lain sehingga sesungguhnya hari lahir biologisnya adalah memang 26 Desember bukan 26 Februari? Seketika saya merasa sangat bodoh karena telah mengada-adakan sesuatu yang mungkin sebenarnya tidak ada. Karena bisa saja fakta yang saya ketahui itu salah. Tak sepenuhnya benar. Sejak itu, saya menetapkan diri, hari lahir saya adalah keduanya, Februari dan Desember. Lah.</p>
<p>Dan sekarang, saya tak lagi peduli apakah sebenarnya saya lahir pada tanggal 26 Desember ataukah pada 26 Februari.<br />
Tapi jika harus memilih di antara kedua tanggal tersebut, mulai kali ini saya lebih memilih 26 Desember, dengan alasan karena sampai kapan pun yang diakui negara adalah tanggal 26 Desember, tanggal yang ada di akte kelahiran. Jadi, saya kembali memperingati yang Desember saja. Jika masih ada yang mengingat Februari, silakan, saya tak melarang, bebaskan dirimu dan pilihlah sesukamu. Yang mana pun sama saja, karena saya sudah tak lagi mempermasalahkan tentang itu.</p>
<p>Saya berusaha untuk tak pernah lupa dengan hari ulang tahun orang-orang yang saya kenal, karena bagi saya itu adalah hal yang penting. Saya selalu mencari kesempatan untuk mengucapkan &#8220;Semoga selalu sehat dan bahagia&#8221; kepada orang-orang. Saya berharap mereka tak akan pernah merasakan seperti apa yang saya rasakan setiap kali berulang tahun.</p>
<p>Tetapi saya sendiri sering lupa dengan hari setiap tanggal 26, Februari atau Desember, karena pada dasarnya saya tak suka mengingat hari kelahiran saya ini. Saya seolah ingin melupakannya sehingga tak perlu lagi mengingatnya dan mengenang-ngenangnya kembali. Kebalikannya, saya tak merasa jika hari lahir saya itu adalah sesuatu yang penting. Karena yang saya rasakan selalu kesedihan. Hari kelahiran tidak pernah membuat saya merasa senang. Bukan karena umur hidup di dunia yang semakin berkurang, bukan karena bertambah tua, bukan karena harus menraktir orang-orang, bukan karena harus menerima beragam basa-basi dan harus membalas berbasa-basi, tetapi karena pada hari ini saya harus mengingat kembali bagaimana saya telah dilahirkan. Mengingat tentang ibu yang telah melahirkan saya. Terlalu banyak perenungan yang tak kunjung usai. Tentang apa tujuan saya dihadirkan ke dunia? Untuk apa saya ada di sini? Mengapa saya harus ada di sini? Dan saat ini, di mana keberadaan seorang ibu yang telah melahirkan saya itu?</p>
<p>Saya tidak suka, jika harus kembali mengingat-ingat di mana ibu saya berada kini. Karena, saya tak pernah punya jawaban. Saya tak pernah tahu di mana dia berada, ke mana dia pergi, dan kapan dia akan kembali. Saya tak pernah tahu apa saja yang sudah dilakukannya selama tujuh belas tahun ini, dan bagaimana kehidupannya selama itu. Saya bahkan tidak pernah tahu apakah dirinya masih hidup atau tidak. Saya pikir, saya harus mengikhlaskan. Merelakan. Bukankah untuk meringankan jalan ke masa depan adalah dengan merelakan masa-masa lalu yang mungkin selama ini terasa seolah-olah menjadi beban? Saya tidak suka, karena saya tak ingin lagi bersedih setiap mengingat tentang dirinya. Saya hanya tahu, bahwa beliau harus hidup bahagia, karena hanya dengan alasan itulah saya bisa mulai merelakan. Melepaskannya dengan tenang.</p>
<p>Saya rasa, saya hanya perlu menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, sehingga perjuangan yang dilakukan beliau saat melahirkan saya tidak akan pernah sia-sia. Karena setiap kita, dilahirkan untuk berguna. Berguna untuk diri sendiri, untuk orang lain, untuk dunia, dan untuk alam semesta. Untuk suatu tujuan. Untuk memainkan peran dalam hidup. Menjadi bagian dari kehidupan.</p>
<p>Lalu apa tujuanmu? Pikirkanlah sendiri dan temukan.</p>
<p>Hari ini, jika saja tidak diingatkan, saya lupa bahwa sedang berulang tahun.</p>
<p>Selamat 26 di tanggal 26.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2497&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/12/26/26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkereta</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/07/28/berkereta/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/07/28/berkereta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2012 15:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[semacam cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerpenpeterpan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2464</guid>
		<description><![CDATA[Mataku sibuk menjelajahi perbukitan yang menjulang, jembatan-jembatan tinggi, dan sungai-sungai yang berkelok-kelok, juga persawahan yang menghijau di awal musim tanam. Ini adalah pemandangan yang indah di balik jendela seandainya saja kunikmati bukan dalam keadaan membingungkan seperti ini. Gerbong yang perlahan berayun malas dan suara gemuruh roda di atas  rel besi tua seakan menjadi musik pengiring [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2464&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mataku sibuk menjelajahi perbukitan yang menjulang, jembatan-jembatan tinggi, dan sungai-sungai yang berkelok-kelok, juga persawahan yang menghijau di awal musim tanam. Ini adalah pemandangan yang indah di balik jendela seandainya saja kunikmati bukan dalam keadaan membingungkan seperti ini. Gerbong yang perlahan berayun malas dan suara gemuruh roda di atas  rel besi tua seakan menjadi musik pengiring di sela kecanggungan yang hening. Yang aku tahu, berpergian adalah salah satu cara untuk meredakan kegelisahan. Tapi kali ini kegelisahan itu tak dapat berhenti.</p>
<p>“Kamu yakin di sana masih akan ada <i>‘kita’</i>?”<br />
“Aku tidak tahu.”<br />
“Lalu untuk apa kamu membawaku? Untuk apa aku ada di sini?”<br />
“Agar kamu memahami makna menunggu. Bahwa terkadang ada sesuatu yang akan sia-sia. Kamu perlu menyerah.”<br />
“Kamu salah! Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Bahkan keberadaanmu. Kehadiranku. Tidak akan pernah ada hal yang sia-sia. Tidak ada yang harus menyerah di sini. Tidak aku!”<br />
“Kita lihat saja. Sebaiknya kamu percaya apa yang kukatakan.”</p>
<p>Ia kembali tenggelam dalam buku bacaan yang dibawanya, semacam serangkaian catatan masa lalu yang sedang sibuk dikumpulkan atau mungkin coretan tentang masa depan yang sedang dituliskan. Garis wajahnya mematung dengan tatapan dingin yang menusuk hampa hingga mampu membekukan udara. Bibirnya tak henti bergumam lirih, merapal sesuatu yang tak dapat kutangkap dengan pasti. Pikiranku terketuk-ketuk, tak mengerti, mencoba memahami. Aku pun memalingkan wajah ke jendela sambil menerka-nerka tentang apa sebenarnya ini semua. Apa yang sebenarnya ia pikirkan?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Di antara derap-derap yang bergegas di tempat ini, langkahku seakan paling gontai. Tubuhku terseok-seok. Seolah beban berat terjejalkan di dalam tas ransel tuaku ini. Tas yang berisi penyesalan dan beragam pertanyaan. Aku memicingkan mata. Merasakan udara. Menatap satu-satu wajah yang berlalu-lalang tak ada habisnya. Ada apa dengan mereka? Mengapa semua begitu tergesa-gesa? Mungkin hari ini bumi sedang berputar dengan lambat sehingga orang-orang terlihat bergerak dengan cepat. Seperti para pemburu yang melesat-lesatkan peluru. Seperti waktu yang begitu terburu-buru dikejar oleh masa lalu. Ada yang terasa berbeda di sini.</p>
<p><i>udara ini berubah di kota mati</i><i><br />
seperti kisah masa lalu<br />
kini membisu….</i><sup>[1]</sup></p>
<p><i> </i>Hari ini. Setahun berlalu. Setelah perjalanan terakhir kami meninggalkan kota di hari itu. Perjalanan satu-satunya. Saat itu, hatiku akhirnya turut kutinggalkan. Kubiarkan membeku dan kekeringan hingga mati dengan mengenaskan. Kuselipkan dalam saku jaketnya yang sepertinya tak pernah ia sadari hingga saat ini, atau disadarinya tapi ia tak peduli sama sekali.</p>
<p>Aku pernah mempunyai mimpi yang besar terhadap kota yang bercahaya ini. Kota yang besar. Mimpi yang besar. Mimpi yang pernah kulabuhkan dari seberang. Saat aku menjumpainya. Saat aku menemukannya. Tapi hari ini, tidak ada lagi, ketika aku menginjakkan kaki kembali di kota ini. Semua warna berpendar menjadi hitam putih yang datar. Memudar. <i>Semua berakhir di sini, tempatku mulai bermimpi. Hatiku mati di sini</i>.<sup>[2]</sup> Dan apa yang telah mati memang tak seharusnya hidup kembali. Rasanya harus ada perjalanan baru lainnya.</p>
<p>apakah <i>masih bertahan sisa mimpi-mimpiku di kota ini?</i><sup>[3]</sup></p>
<p>“Hari ini kita akan berkereta dari stasiun ini,” suaranya terdengar samar dan pelan, berucap dingin saat aku terdesak di antara kerumunan orang yang mengantri di loket. Suara yang begitu tiba-tiba sehingga membuatku bertanya-tanya.<br />
“Kita akan ke mana?”<br />
“Sudahlah ikut saja.”<br />
“Tapi kita akan berkereta ke mana?”<br />
“Ke masa depan.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>#CerpenPeterpan<br />
[1] [2] dan [3] lirik lagu Peterpan berjudul “Kota Mati” dari album <b>Hari yang Cerah</b>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2464&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/07/28/berkereta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Secangkir Kopi Basi</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/31/secangkir-kopi-basi/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/31/secangkir-kopi-basi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 17:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[racauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2444</guid>
		<description><![CDATA[Saya menyukai kopi hangat di kala dini hari. Sebagai teman menyenangkan saat gelap menyerang. Dan sunyi adalah satu-satunya suara yang terdengar di keheningan malam yang sepi seperti ini. Saya senang menyesap aroma kopi hitam hingga ke tenggorokan. Membauinya dalam-dalam. Rasanya menenangkan sekaligus menghayutkan. Seolah saya merasa tak ada lagi hal yang akan disesali di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2444&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menyukai kopi hangat di kala dini hari. Sebagai teman menyenangkan saat gelap menyerang. Dan sunyi adalah satu-satunya suara yang terdengar di keheningan malam yang sepi seperti ini.</p>
<p>Saya senang menyesap aroma kopi hitam hingga ke tenggorokan. Membauinya dalam-dalam. Rasanya menenangkan sekaligus menghayutkan. Seolah saya merasa tak ada lagi hal yang akan disesali di dalam hidup ini jika harus mati setelahnya nanti.</p>
<p>Tetapi akhir-akhir ini, berminggu-minggu, saya seringkali membiarkan secangkir kopi hitam yang telah diseduh mendingin dan terabaikan hingga pagi menjelang. Ini tak disengaja. Tetapi terjadi berulang-ulang berkali-kali tanpa disadari. Seolah cukup menyeduhnya saja tanpa perlu meminumnya. Atau mungkin saja saya terlupa bagaimana cara menikmati rasa pahitnya, atau pun karena saya sudah mulai lupa pula bagaimana cara menikmati kepahitan yang terjadi di dalam kehidupan ini.</p>
<p>Atau kah memang tak ingin lagi dan lelah dalam menikmati rasa pahit dalam hidup?</p>
<p>Secangkir kopi hangat terlupakan berhari-hari hingga membasi di sudut kamar, di atas meja, di lantai, di lemari kaca, di samping ranjang tua yang rapuh itu. Menjadi secangkir kopi basi yang tak ingin disentuh lagi, berganti  secangkir demi secangkir. Yang setiap pagi terjaga selalu membuat saya menatapnya  sambil merenung dan bertanya, &#8220;Ada apa dengan saya? Mengapa bisa kamu kembali terlupakan?&#8221;</p>
<p>Dan seketika secangkir kopi basi menyadarkan bahwa tak selamanya kepahitan itu harus dinikmati seperti saat telah terbiasa oleh rasa pahitnya, tetapi ada saatnya perlu diabaikan dan bahkan tak perlu dirasa sedikit pun. Bukan kah hidup tak melulu harus tentang yang pahit-pahit?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2444&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/31/secangkir-kopi-basi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>28 Mei</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/28/28-mei/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/28/28-mei/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 22:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2438</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini. Saya masih selalu bertanya, &#8220;Kamu di mana?&#8221; Hari ini. Saya masih meragu, &#8220;Tak inginkah kamu pulang?&#8221; Hari ini. Saya masih selalu berharap, bahwa kamu selalu baik-baik saja dan hidup bahagia di mana pun juga. Selamat Ulang Tahun, Ibu.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2438&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini. Saya masih selalu bertanya, &#8220;Kamu di mana?&#8221;</p>
<p>Hari ini. Saya masih meragu, &#8220;Tak inginkah kamu pulang?&#8221;</p>
<p>Hari ini. Saya masih selalu berharap, bahwa kamu selalu baik-baik saja dan hidup bahagia di mana pun juga.</p>
<p>Selamat Ulang Tahun, Ibu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2438&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/28/28-mei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gadis hujan</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/20/gadis-hujan/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/20/gadis-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 11:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[gadis hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2436</guid>
		<description><![CDATA[“Aku selalu jatuh padamu berkali-kali, seperti ini.” Kali ini. Lalu apakah aku harus jatuh lagi padamu seperti dulu saat setiap kita bertemu? Bertatap mata? Dan detak tak beraturan ini tak jua kamu menyadarinya. Bahkan tak pernah terdengar olehmu, bagaimanapun itu. Hari ini, kamu, gadis hujan yang seharusnya telah lama pergi. Yang pernah paksa kuantarkan sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2436&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>“<span style="color:red;">Aku selalu jatuh padamu berkali-kali, seperti ini.</span>”</em></p>
<p>Kali ini. Lalu apakah aku harus jatuh lagi padamu seperti dulu saat setiap kita bertemu? Bertatap mata? Dan detak tak beraturan ini tak jua kamu menyadarinya. Bahkan tak pernah terdengar olehmu, bagaimanapun itu.</p>
<p>Hari ini, kamu, gadis hujan yang seharusnya telah lama pergi. Yang pernah paksa kuantarkan sendiri menuju luar pintu hati. Tapi ternyata kamu selama ini hanya berpindah duduk, setelah tak lagi di dalam kini kamu menunggu di depan pintu, mencari celah untuk masuk kembali. Dan aku tak pernah ingin berucap bahwa pintu ini telah tertutup untukmu. Tidak. Pintu ini memang tertutup, hanya saja tak pernah terkunci. Dan kamu lah yang selama ini menyembunyikan kuncinya dan selalu tahu bagaimana cara melangkah masuk dengan mudahnya.</p>
<p><em>“Jarak terjauh bukanlah antara bumi dan bulan atau di daratan yang terpisahkan oleh lautan. Melainkan di depan mata, bersisian, tetapi kehadiranku tak pernah kaurasakan.”</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2436&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/05/20/gadis-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mak.</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/04/03/mak/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/04/03/mak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 16:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Mak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2411</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini di kehidupan saya, terdapat beberapa orang wanita yang sudah saya anggap sebagai ibu meski ada yang tak memiliki hubungan darah, kehadiran mereka semacam menggantikan keberadaan ibu saya yang entah ada di mana. Seorang di antaranya adalah &#8216;Mak&#8217;, saya dan kami biasa memanggilnya begitu. Beliau adalah ibunda dari istri kakak saya, yang biasanya ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2411&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini di kehidupan saya, terdapat beberapa orang wanita yang sudah saya anggap sebagai ibu meski ada yang tak memiliki hubungan darah, kehadiran mereka semacam menggantikan keberadaan ibu saya yang entah ada di mana.</p>
<p>Seorang di antaranya adalah &#8216;Mak&#8217;, saya dan kami biasa memanggilnya begitu. Beliau adalah ibunda dari istri kakak saya, yang biasanya ikut tinggal beberapa bulan di rumah kami ketika beliau ingin, biasanya beliau tinggal di kota lain bersama kakak dari ipar saya. Seorang penikmat kopi yang tak bisa melewatkan sehari pun tanpa kopi. Wanita tua yang sering melamun sendirian di kursi dapur. Memiliki tatapan sendu dan senyum tawa yang menyenangkan. </p>
<p>Sebagai anak yang telah ditinggalkan seorang ibu, kehadiran Mak bagi saya semacam turut menggantikan keberadaan ibu kandung saya. Saya senang.</p>
<p>Terakhir kali saya bertemu beliau adalah tahun lalu. Dan hari ini, pagi buta, habis masa bermukimnya di dunia. Mak harus pergi meninggalkan kehidupan ini. Tapi saya tidak dapat hadir di pemakamannya karena berbeda kota dan jauh sehingga tak memungkinkan bagi saya untuk ke sana. </p>
<p>Saya semacam ingin menangis seharian, mengurung diri di kamar. Saya tidak siap. Tak siap kehilangan lagi. Tapi akhirnya, saya sadari bahwa kehidupan ini pasti berakhir. Dan pada saatnya nanti, satu persatu orang yang kita sayangi akan pergi dan tak pernah kembali. Bagaimana pun harus siap, akan ada saatnya ditinggalkan atau bahkan harus meninggalkan. Lalu air mata sebaiknya digantikan oleh doa. Biarlah beliau tahu, bahwa saya melepasnya dengan senyuman, bukan kesedihan. </p>
<p>Mak, seharusnya kita menyempatkan diri untuk menikmati secangkir kopi di meja makan sambil bercerita tentang hal-hal yang luar biasa. Sayangnya itu tak pernah terlaksana. Mungkin di kehidupan lainnya kita dapat melakukannya.</p>
<p>Sepanjang pagi, hujan turun. Dan sepanjang malam ini sedari sore, hujan kembali turun. Tak berhenti. Dan sebuah lagu renungan, saya mainkan berulang dalam kesenduan di antara air mata yang mencuri celah untuk jatuh.</p>
<p><em>&#8220;<span style="color:red;">Di Langit pagi ini, aku melihat tangga menuju Tuhan, dan kau berjalan menujunya, melambaikan tangan.. <br />Hujan mengiringi, mengantarkan jiwa yang pergi&#8230;</span>&#8220;</em> <br />
#nowplaying: [tangga menuju tuhan - kertasburam]</p>
<p>Di tanggal tiga, hari ini, lagi, salah seorang yang saya sayangi akhirnya pergi.<br />
Mak, selamat jalan. Semoga di sana dirimu tetap dapat menikmati kopi hitam kesukaanmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2411&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/04/03/mak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena kehidupan (sesungguhnya memang) bukan hanya seperti ini</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/22/karena-kehidupan-sesungguhnya-memang-bukan-hanya-seperti-ini/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/22/karena-kehidupan-sesungguhnya-memang-bukan-hanya-seperti-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 20:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>
		<category><![CDATA[kusut]]></category>
		<category><![CDATA[racauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2388</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Terjaga di malam buta tidak lah pernah menyenangkan, terlalu banyak yang dipikirkan. Semua hal seperti balon warna-warni yang berterbangan hingga ke langit-langit kamar ini, berebut berdesak berlomba keluar jendela, berteriak tak berarah kemudian meledak satu-persatu, menyisakan degup yang berantak dan detak-detak yang tak lagi damai terjejak. Terjaga di malam buta selalu menyakitkan. Ketika hidup, kematian, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2388&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Terjaga di malam buta tidak lah pernah menyenangkan, terlalu banyak yang dipikirkan. Semua hal seperti balon warna-warni yang berterbangan hingga ke langit-langit kamar ini, berebut berdesak berlomba keluar jendela, berteriak tak berarah kemudian meledak satu-persatu, menyisakan degup yang berantak dan detak-detak yang tak lagi damai terjejak.</p>
<p>Terjaga di malam buta selalu menyakitkan. Ketika hidup, kematian, cinta, rindu, kehilangan, dan semua sukadukaluka bergumul di kepala. Sakit. Seakan kepala ingin dilepaskan dan dilemparkan ke kolong ranjang.</p>
<p>Lalu perlahan pisau tajam di meja telah berpindah dari tempatnya.&#8221; ― <a href="http://rabutiga.tumblr.com/post/19689457603/terjaga">rabutiga</a></p>
<p><span id="more-2388"></span></p>
<p>Malam ini, tak seperti biasanya, saya terjaga dari tertidur. Sebuah hal yang sangat tak saya sukai. Biasanya saya selalu tidur larut atau bahkan ketika matahari terbit. Bukan karena tidak bisa tidur atau kalau kata orang-orang yang sering menggampangkan penggunaan istilah insomnia. Saya hanya tidak ingin, karena saya tidak lagi suka tidur. Tidur seperti monster besar yang menggerogoti pikiran, menghadirkan banyak ketakutan dan kecemasan yang tak beralasan. Tidur adalah sebuah teror terhebat. Tak ada lagi kesenangan yang bisa saya temukan. Hingga akhirnya saya akan tidur hanya ketika tertidur saja. Tidur hanya menjadi rutinitas, menjaga agar tubuh tidak drop dan tetap dapat beraktivitas dengan normal sepanjang hari. Satu jam, tiga jam, delapan jam, semua sama, tak ada bedanya. Bahkan terkadang saya hanya butuh lima menit terlelap untuk kemudian bangun lagi.</p>
<p>Karena itu saya sangat tak menyukai terjaga di malam buta, sebab saat seperti ini adalah saatnya pikiran menjadi kosong tetapi penuh. hampa tetapi berisi hingga tumpah ruah. Berbagai hal tiba-tiba terpikirkan dan merumit tak terselesaikan.</p>
<p>Dan malam ini, saya berpikir tentang kematian. Merunyam di kepala.<br />
Apakah kematian adalah hal yang menakutkan? Bagi saya yang dulu, kematian adalah suatu hal yang indah bahkan saya sudah menentukan sendiri bagaimana seharusnya saya mati, bukan ditentukan oleh tuhan, tapi oleh tangan saya sendiri. Tapi bagi saya yang kini, kematian tetaplah suatu hal yang indah, dan apa pun caranya saya mati nanti, saya tak akan pernah mengakhirinya di tangan sendiri. Karena saya telah menyadari bahwa kehidupan itu jauh lebih indah, bukan karena takut mati, tidak, tapi karena masih banyak hal yang ingin saya lakukan di hidup ini. Karena saya tahu, saya terlahir ke dunia ini untuk orang-orang yang saya sayangi, setidaknya saya ingin keberadaan saya berguna bagi mereka, bagi siapa pun. Karena itu, saya ingin hidup jauh lebih lama.</p>
<p>Lalu seketika saja saya berpikir tentang kematian yang tragis. Apakah akan ada banjir tangis?</p>
<p>Setiap manusia, pasti tidak suka jika ditinggalkan, terlebih jika itu oleh kematian. Mana yang lebih baik, mati terlebih dahulu meninggalkan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, ataukah orang yang kita sayangi dan menyayangi kita yang mati terlebih dahulu? Mana yang lebih baik, meninggalkan atau ditinggalkan?</p>
<p>Saya memang belum terlalu banyak pengalaman tentang ditinggal seseorang pergi ke dunia kematian. Tapi saya tahu, pedihnya, beratnya, ditinggalkan seseorang walau dengan alasan apa pun. Terlebih jika tidak ada alasan sama sekali. hah. Mungkin tak akan ada bedanya ditinggalkan dengan cara apa pun, menghilang tiba-tiba atau ditinggal mati begitu saja.</p>
<p>Mungkin kalian tidak pernah tahu rasanya ketika seseorang bertanya padamu tentang keberadaan seseorang lainnya yang apakah masih hidup ataukah sudah mati. Ketika seseorang mengeluhkan kerinduannya yang tak bisa tersampaikan karena keberadaan seseorang lain yang tak diketahuinya di mana. Di saat seperti itu, saya hanya berharap, di mana pun seseorang-seseorang itu, semoga selalu bahagia hidup atau pun matinya.</p>
<p>Berbicara tentang ini, kematian, ditinggalkan, rindu, juga berbicara tentang luka, suka, duka. Tapi bukan lah hidup jika kita tak dapat menikmatinya. Sebaik atau seburuk apa pun perjalanan hidup yang dilalui, menikmatinya adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilakukan. Selama kita dapat menikmati, setidaknya kita dapat menjalaninya dengan lebih ringan dan menyenangkan.</p>
<p>Dan racauan ini harus saya hentikan. Karena kokok ayam mulai bersahutan. Bukankah waktu terlalu berharga jika dihabiskan hanya untuk berpikir saja? Terlebih tentang hal-hal yang mengusuti diri dan tak pernah terselesaikan jawabannya seperti ini.</p>
<p>Baiklah, kali ini saya akan mencoba tidur lagi dengan sengaja, tidak seperti biasanya.</p>
<p>Sampai berjumpa di masa depan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2388&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/22/karena-kehidupan-sesungguhnya-memang-bukan-hanya-seperti-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Kami Tak Lagi Tercerna</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/03/ketika-kami-tak-lagi-tercerna/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/03/ketika-kami-tak-lagi-tercerna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 08:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[mungkin puisi]]></category>
		<category><![CDATA[racauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2383</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah puisi yang terlahirkan sungsang dari rahim-rahim yang kesepian. Aku adalah puisi yang terucap lantang dari bibir-bibir yang kekeringan. Berpangut sepi. Bercumbu perih. Bertata kata tak lekang menjerat dahaga. Aku adalah puisi yang tak perlu Kau cecar komentar. Tak perlu Kau remeh terlontar. Aku adalah kebebasan yang mengoyak-koyak jala aturan. Berbelit di balik jemari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2383&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Aku adalah puisi yang terlahirkan sungsang dari rahim-rahim yang kesepian.</p>
<p>Aku adalah puisi yang terucap lantang dari bibir-bibir yang kekeringan.<br />
Berpangut sepi. Bercumbu perih.<br />
Bertata kata tak lekang menjerat dahaga.</p>
<p>Aku adalah puisi yang tak perlu Kau cecar komentar. Tak perlu Kau remeh terlontar.<br />
Aku adalah kebebasan yang mengoyak-koyak jala aturan.<br />
Berbelit di balik jemari besi yang mencekik pembuluh yang semakin menyempit.</p>
<p>Karena Aku adalah potongan hatimu, yang terkapar di pualam biru.</p>
<p>Dan Aku adalah kata, yang tak perlu Kau cari makna.</p>
<p>Tidak kah Kau dapat pikir ini apa?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2383&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/03/ketika-kami-tak-lagi-tercerna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Hujan Jatuh</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/02/ketika-hujan-jatuh/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/02/ketika-hujan-jatuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 08:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita hujan]]></category>
		<category><![CDATA[mungkin puisi]]></category>
		<category><![CDATA[racauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2372</guid>
		<description><![CDATA[Aku mendengar suara langkah hujan yang mengendap-endap di atap rumah, ketika gulungan awan kelabu menyesaki langit siang yang menggerutu. Dan pada hijaunya rerumputan, aku bicara. Pudar. Dan pada hijaunya dedaunan, aku berkata. Pekat tak lagi samar. Aku mendengar suara langkah hujan perlahan menapak-napak di sela atap. Berjingkat bersembunyi. Semacam takut jika kehadirannya kuketahui. Dan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2372&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mendengar suara langkah hujan yang mengendap-endap di atap rumah, ketika gulungan awan kelabu menyesaki langit siang yang menggerutu. Dan pada hijaunya rerumputan, aku bicara. Pudar. Dan pada hijaunya dedaunan, aku berkata. Pekat tak lagi samar.</p>
<p>Aku mendengar suara langkah hujan perlahan menapak-napak di sela atap. Berjingkat bersembunyi. Semacam takut jika kehadirannya kuketahui. Dan pada memerahnya tanah, aku bicara. Mati. Dan pada merahnya pagar-pagar rumah, aku berkata. Menusuk dan tajammu merintih.</p>
<p>Aku mendengar suara langkah-langkah hujan yang mulai berlarian. Bergemuruh kencang dari jauh seperti derap pasukan perang. Berlari, beraturan, seolah menghindari musim bermukim di langit kelam. Dan pada putihnya dinding-dinding rumah, aku bicara. Terkikis, tak dapat menangis. Dan pada cokelatnya noda-noda tanah yang berhamburan tak terarah, aku berkata. Bergembiralah.</p>
<p>Aku semakin mendengar suara langkah hujan yang berjatuh-jatuhan bersama tubuh gemuknya. Berdebam-debum di sana di sini. Tumpah. Menjatuhkan diri tanpa bersisa. Dan pada rentanya pepohonan, aku bicara. Kesepian, tidak kah tumbang saat petang menjelang? Dan pada muramnya dinding yang mendingin, aku berkata. Diabaikan, tidak kah bagimu itu menyenangkan?</p>
<p>Aku masih mendengarkan hujan berteriak tak bertuju. Dan aku meracau tak menentu. Bagaimana hujan dapat mengerti aku jika kami tak saling berucap kata? Dan pada birunya yang hilang, aku tak ingin bicara. Tercekat, terhimpit sangat. Dan pada kelabunya yang usang, aku tak lagi berkata. Sunyi, meredupi suara. Terhenti.</p>
<p>Lalu langkah hujan tampak lunglai, bergegas menjemput badai.<br />
Dan hari ini kita mati, lagi. Dua kali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2372&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/03/02/ketika-hujan-jatuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rabu Kabisat</title>
		<link>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/02/29/rabu-kabisat-2/</link>
		<comments>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/02/29/rabu-kabisat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 19:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tuannico</dc:creator>
				<category><![CDATA[acak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/?p=2378</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini tanggal 29 Februari, tanggal yang hanya muncul di tahun kabisat setiap empat tahun sekali. Saya adalah pemuda hari Rabu yang tentu saja mencintai hari Rabu, hari yang selalu menyenangkan, dan saya juga mencintai Februari, bulan yang selalu mengagumkan. Dan kombinasi ketiganya adalah hal yang luar biasa dan membuat saya bahagia. Sehingga hari ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2378&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini tanggal 29 Februari, tanggal yang hanya muncul di tahun kabisat setiap empat tahun sekali. Saya adalah pemuda hari Rabu yang tentu saja mencintai hari Rabu, hari yang selalu menyenangkan, dan saya juga mencintai Februari, bulan yang selalu mengagumkan. Dan kombinasi ketiganya adalah hal yang luar biasa dan membuat saya bahagia. Sehingga hari ini semacam hari yang istimewa, Rabu kabisat, ketika 29 Februari bertepatan di hari Rabu ini. Saat saya ingin melakukan banyak hal yang akan terus diingat hingga berdekade berikutnya.</p>
<p>Saya memiliki impian kecil, suatu hari, saya akan menikah di tanggal 29 Februari ini, lebih bagus lagi jika bertepatan di hari Rabu juga, saat saling mengucap janji dengan seorang yang akan saya cintai sampai mati.</p>
<p>Apakah seseorang itu adalah kamu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tuannicogarukgarukpala.wordpress.com&#038;blog=5389674&#038;post=2378&#038;subd=tuannicogarukgarukpala&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tuannicogarukgarukpala.wordpress.com/2012/02/29/rabu-kabisat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c9e07f5436fd242997513a4973b037d7?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">tuannico</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
