Halo, apa kabar?
Kamu mungkin tidak mengenal saya, karena sesungguhnya kita belum berkenalan secara langsung. Tapi saya sangat mengenalmu. Ya, menurut saya sih begitu.
Sejak setahun lalu, di awal bulan Februari, setelah seorang perempuan yang keren tanpa sengaja telah membuat saya menjadi kenal denganmu, lalu mengamati dirimu dalam-dalam. Awalnya saya merasa kamu telah merampas seseorang dari saya, tapi ternyata saya salah. Kamu tahu? Pada akhirnya kamu telah membuat saya jatuh cinta. Pasti kamu tidak percaya, kan?
Terdengar konyol, ya?
Kita belum pernah bertemu, bahkan belum saling bersapa. Tapi siapa yang lebih mengenal rasa cinta selain diri kita sendiri? Benar begitu, kan?
Yang membuat saya terkejut adalah ternyata Air Terjun Niagara itu berada dekat dengan wilayahmu, di penghujung tenggara Ontario yang berbatasan dengan Amerika Serikat. Padahal saya pikir tadinya air terjun ini berada di Amerika saja, rupanya di Kanada juga. Ini mengejutkan, karena sejak sekolah dasar, saya sangat menyukai Air Terjun Niagara ini. Saya telah menjadi penggemarnya di usia yang masih belia. Saya selalu membayangkan dapat mengunjungi dan melihat langsung keindahannya, juga menyimak suara deru-deru buih air yang jatuh dari ketinggian itu. Ah, pasti akan sangat menyenangkan. Kamu setuju, kan?
Ada satu tempat di pusat kotamu yang menarik perhatian saat menelusurimu dengan Google Maps. Tempat itu bernama Queen’s Park, sebuah taman yang berada di sebelah utara gedung legislatif dan berdekatan dengan Universitas Toronto. Entah, tatapan saya terpaku pada taman ini, padahal di kotamu ini ada banyak sekali taman lainnya. Yang saya ketahui, taman ini sangat asyik untuk dinikmati sambil berjalan-jalan santai mengelilinginya, dengan lebih dari 300 pohon yang ada dan dari 50 spesies yang berbeda yang hampir 20 di antaranya adalah spesies lokal, taman ini seperti sebuah hutan di tengah kota. Sebagai seorang pencinta pohon (tentunya pencinta tumbuhan juga), saya sangat senang mengetahui tentang ini, pasti akan menarik sekali jika saya bisa memeluk semua pohon itu dan berkenalan dengan mereka. Terutama pohon Red Oak, yang merupakan salah satu spesies lokal dari Toronto ini, yang sangat membuat saya penasaran itu. (sejak dulu, hampir semua pohon Oak memang selalu berhasil membuat saya penasaran.) *pelukpohon
Dan, kecintaan saya terhadap dirimu semakin menggila sejak saya menemukan buku seharga hampir setengah juta rupiah, hanya beberapa bulan tak lama setelah awal mengenalmu, tapi dengan beruntungnya saya bisa memilikinya hanya dengan selembar uang berukuran besar berwarna biru saja, buku panduan perjalanan oleh Lonely Planet tentang Canada.

Kamu tahu? Saya sangat ingin menemuimu hingga berusaha mencari cara untuk dapat menuju ke tempatmu, satu peluang terbesar yang saya punya adalah dengan bekerja di Amerika seperti tawaran yang pernah diajukan kolega saya bertahun-tahun lalu, dan saya kembali teringat tawaran tersebut saat saya mulai jatuh cinta padamu setahun yang lalu. Tapi akhirnya jalur paling memungkinkan itu telah tertutup seiring kandasnya peluang saya untuk bisa terbang menuju Amerika Serikat. Seiring dengan kandasnya cita-cita saya di akhir tahun kemarin. Tapi saya tidak akan menyerah. Bagaimanapun juga, saya tetap akan mencari cara untuk dapat menuju kotamu ini, kota yang sibuk dan multikultur ini, daerah dengan perbedaan waktu 12 jam dari Indonesia. Kota dengan beragam festival yang menarik, juga beragam festival musik yang pastinya sangat seru.
Suatu hari, saya akan menjejakkan kaki di tempatmu, di kota Toronto ini, melangkah menyusuri jalananmu, berdiam duduk di bangku tamanmu. Di suatu sore, kita pasti akan berjumpa juga, di Queen’s Park ini, kita akan berbagi canda, berbagi cerita. Berbincang ceria di hari yang cerah bersama berbagai pepohonan yang ada. Lalu langkah-langkah kakiku akan menjelajah ke sana ke mari, menyesap aroma rerumputan dan dedaunan di pucuk-pucukmu yang menari-nari. Asal kamu tahu saja, ada sesuatu yang harus saya kerjakan di tamanmu ini, tapi… rahasia. hihi. *ngomongsamapohon*
Queen's Park
Di suatu sore, aku pasti akan berada di sini. Di bangku taman ini.
Tetaplah indah, sampai kita bersua nantinya.
(Sebuah surat untuk salah satu kota impian saya: Toronto, Ontario, Canada.)
Like this:
Like Loading...