kamar depan

-di sudut kamar yang seLaLu penuh dengan kata kata-

sebuah pelukan yang tak pernah tersampaikan

kita berjumpa kembali.

kamu, seperti biasa, tak menyadari atau bahkan tak peduli.
aku, seperti biasa, gelisah, menyembunyikan rasa di balik wajah. lalu satu persatu pijakanku meruntuh, meluruh, menenggelamkan ke dalam ruang hampa yang tak berasa. berjarak, sangat jauh, tak lagi tersentuh.

tak bisakah aku memelukmu, sekali saja?
hanya agar kau tahu bagaimana berantakannya detak jantungku setiap kita bertemu.

seperti biasa, kita akan terus seperti ini.
tapi mungkin hanya aku saja yang seperti ini tanpa pernah akan kau sadari.

Advertisement

4 Responses to sebuah pelukan yang tak pernah tersampaikan

  1. wyd 26 December 2011 at 21:55

    kadang ga semua orang bisa mengerti bahasa tubuh. maka tuhan menciptakan lidah untuk berbicara. maka perkembangan manusia menciptakan bahasa untuk berkomunikasi. knp ga kamu nyatakan bahwa kamu ingin memeluk, meski hanya sekali (mungkin..!)?

    • tuannico 29 January 2012 at 00:09

      belum saatnya untuk bilang, tante wyd.
      tapi saat itu akan ada.
      padahal sebuah pelukan itu adalah sesuatu yang sangat sederhana, ya?
      tapi.. dari sebuah pelukan, ada kata-kata yang tak bisa terucap menjadi tersalurkan.

  2. @ukakuiki 28 January 2012 at 18:30

    suka tulisan ini Tuan. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.