kamar depan

―di sudut kamar yang seLaLu penuh dengan kata-kata―

saat bertemu mata

aku yakin kau tak pernah mendengarnya saat aku bergumam lirih dalam hati di pagi ini, saat kau menatapku dan aku menyusup jauh ke dalam matamu, saat kau yang tiba-tiba saja memegang lembut kedua bahuku dan aku seketika memegang erat hatiku yang seolah melompat, meledak, meluruh, menerjun bebas menuju akhir yang tak berakhir. saat kita bertatapan sedekat ini.

“haruskah aku selalu jatuh padamu seperti ini?”

saat kau tersenyum dan tertawa padaku dan aku tersenyum padamu dan juga pada hatiku yang tampaknya masih mencintai.
ya, yang kusadari ternyata memang masih.
saat pertama kalinya aku benar-benar melihat kau menangis haru bahagia meski itu bukan karena aku atau pun dia. kau tak mungkin dapat membacanya dari senyumanku saja di balik wajahku yang merona, bertabrakan dengan senyummu dan kata-kata sederhana yang kau lemparkan, berantakan dengan kata-kata tak bermakna yang kulontarkan.
tak tahu kah kau bahwa aku menjadi sebegitu kacaunya saat itu?
bahwa aku mengkaku dan rasanya ingin menjadi batu saja yang kemudian dilemparkan jauh ke dasar jurang. dan aku yakin jurang itu pun pasti tak akan ada dasarnya.

lalu, bisakah kau sembunyi lagi saja?
di tempat rahasia yang telah kusediakan untukmu di sudut hati. di bagian yang paling dalam.
tempat aku biasa menyimpanmu dan berjuta kenangan yang pastinya sudah kau lupakan atau mungkin saja tak pernah kau ingat sama sekali, berbagai kenangan-kenangan kecil sederhana tapi sangat berharga bagiku. bagi hidupku.

mungkin aku memang telah terbiasa begini, jatuh dan jatuh lagi,
berkali-kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.